Gojek, Grab, dan Google

Selamat Sore. Sudah makan gorengan hari ini? Jika Anda anggota tim nasional sepakbola U-19, mungkin bakal tak bisa menyantapnya lagi. Pasalnya, pelatih timnas akan melarang pemainnya melahap salah satu kenikmatan duniawi tersebut.

Foto: Gorengan (Wikipedia)

Gojek, Grab, dan Google

Kembali ke judul artikel ini. Apa kaitan Gojek dan Grab? Betul, keduanya sama-sama aplikasi ojol dan pesan makan yang kini berlomba menjadi aplikasi super. Namun, ternyata pendiri kedua aplikasi tersebut dulunya adalah teman kuliah di Harvard.

Walaupun keduanya anak orang kaya (pendiri Gojek adalah anak dari pengacara terkenal di Indonesia dan pendiri Grab merupakan anak dari pemilik usaha perakit dan distributor salah satu merk mobil di Malaysia), mereka berdua memulai bisnis tersebut secara sederhana. Kantor Gojek dimulai di ruangan 5x7 meter, sedangkan Grab berawal dari sebuah garasi.

Kini, Gojek dan Grab sudah dihargai  lebih dari 10 miliar dollar AS (berapa nolnya ya kalau dirupiahkan?) dan menyandang status decacorn.

Foto: Gojek dan Grab dalam Google Maps (The Kopi Sore)
Lalu, hubungan mereka dengan Google? Sebagai pengguna Google Maps, tentu mereka tak menggunakan peta tersebut secara cuma-cuma. Konon, Uber yang juga menggunakan Google Maps mesti menyetor 58 juta dollar untuk dua tahun yang dibeberkan dalam laporan keuangan mereka.

Selain itu, Gojek dan Grab harus berlomba-lomba pasang iklan di Google Maps agar tampil di saran transportasi dalam aplikasi tersebut (contohnya bisa dilihat pada gambar di atas).

Kuis 

Siapakah nama raja-raja di bawah ini?
*jawaban ada di ujung bawah postingan.

PNS & Ibukota Baru

Tercatat, sudah ada 118.000 PNS yang siap pindah ke ibukota baru. Psstt, mereka akan mendapat rumah dinas. Selain itu, akan ada fasilitas-fasilitas lain seperti biaya pindah dan akan ada sekolah mulai dari SD hingga perguruan tinggi.

Lalu, bagaimana jika ada PNS yang tidak mau dipindahkan ke sana? Kata pak menteri, ada opsi pensiun dini.

Jawaban Kuis

Merah: Ratu Elizabeth II (Inggris)
Kuning: Sri Sultan HB X (Yogyakarta)
Hijau: Raja Salman (Arab Saudi)
Biru: Raja Keraton Agung Sejagat (tahanan Polda Jateng)